BerandaTentang KamiLayananProdukBeritaKontak

PERJANJIAN BAKU: MENGAPA ANDA TIDAK BOLEH ASAL KLIK “SETUJU”

27 Oct 2026 2 menit baca

Coba hitung berapa kali dalam sebulan Anda menekan tombol “Saya setuju” tanpa membaca isinya. Mendaftar aplikasi, menyewa alat, membuka layanan pembayaran, hingga memesan jasa pengiriman. Kebiasaan ini begitu lumrah sampai kita lupa bahwa setiap klik itu adalah persetujuan atas sebuah perjanjian.

Perjanjian semacam itu disebut perjanjian baku, yaitu perjanjian yang isinya sudah disiapkan satu pihak, sementara pihak lain tinggal menerima atau menolak. Bentuk ini praktis dan menghemat waktu, sehingga wajar dipakai banyak bisnis. Persoalannya muncul ketika kemudahan itu membuat kita berhenti membaca.

Bagi pelaku usaha, kebiasaan ini berbahaya di dua arah. Sebagai pihak yang menyetujui, Anda bisa terikat pada klausul yang tidak seimbang, misalnya denda keterlambatan yang besar, hak sepihak penyedia untuk mengubah syarat, atau pembatasan tanggung jawab yang membuat Anda sulit menuntut ganti rugi. Sebagai pihak yang membuat, Anda bisa menyusun klausul yang terlalu berat sebelah lalu menemukan bahwa pelanggan keberatan atau bahkan bahwa klausul itu bermasalah secara hukum.

Hukum perlindungan konsumen sendiri memberi batasan terhadap klausul baku tertentu, misalnya yang menyatakan pelaku usaha dapat lepas dari tanggung jawabnya. Artinya, tidak semua isi perjanjian baku otomatis sah hanya karena sudah disetujui. Namun mengandalkan hal itu setelah sengketa muncul jelas bukan strategi yang baik.

Menurut saya, ada kebiasaan kecil yang bisa mengubah banyak hal. Luangkan beberapa menit untuk membaca bagian yang menyangkut biaya, jangka waktu, pengakhiran, dan penyelesaian sengketa. Jika ada klausul yang tidak Anda pahami, tanyakan, jangan ditebak. Dan bila Anda sendiri yang membuat perjanjian baku untuk pelanggan, tulislah dengan bahasa yang jelas dan adil, karena perjanjian yang mudah dipahami justru membangun kepercayaan.

Pada akhirnya, tombol “setuju” bukan formalitas. Ia adalah tanda tangan digital Anda.

Perlu bantuan menyusun atau meninjau perjanjian untuk usaha Anda?

Colegal Indonesia siap membantu melalui halaman Kontak.