BerandaTentang KamiLayananProdukBeritaKontak

PERJANJIAN TERTULIS DALAM BISNIS: SYARAT SAH, ISI PENTING, DAN RESIKO JIKA DIABAIKAN

21 Oct 2026 3 menit baca
PERJANJIAN TERTULIS DALAM BISNIS: SYARAT SAH, ISI PENTING, DAN RESIKO JIKA DIABAIKAN

“Percaya saja, kita sudah lama kenal.” Kalimat ini sering menjadi awal sengketa bisnis. Ketika kerja sama bermasalah, perjanjian tertulis menjadi pegangan utama untuk membuktikan siapa berhak atas apa.

Mengapa Perjanjian Tertulis Penting?

  •          Membuktikan isi kesepakatan jika terjadi perselisihan.
  •          Menjelaskan hak, kewajiban, dan batas tanggung jawab tiap pihak.
  •          Mengurangi salah paham karena semua hal tercatat jelas.
  •          Menunjukkan profesionalisme di mata mitra dan klien.

Mengapa Perjanjian Tertulis Penting?

  •          Membuktikan isi kesepakatan jika terjadi perselisihan.
  •          Menjelaskan hak, kewajiban, dan batas tanggung jawab tiap pihak.
  •          Mengurangi salah paham karena semua hal tercatat jelas.
  •          Menunjukkan profesionalisme di mata mitra dan klien.

Syarat Sah Perjanjian

Menurut hukum perdata Indonesia, perjanjian sah apabila memenuhi empat syarat:

  •          Sepakat dari para pihak yang mengikatkan diri.
  •          Cakap untuk membuat perjanjian.
  •          Hal tertentu, yaitu objek perjanjian jelas.
  •          Sebab yang halal, yaitu tidak bertentangan dengan hukum, kesusilaan, dan ketertiban umum.

Isi Penting dalam Perjanjian Bisnis

  •          Identitas lengkap para pihak.
  •          Ruang lingkup pekerjaan atau objek perjanjian.
  •          Nilai, cara, dan jadwal pembayaran.
  •          Jangka waktu perjanjian.
  •          Hak dan kewajiban masing-masing pihak.
  •          Ketentuan kerahasiaan, bila diperlukan.
  •          Sanksi jika terjadi wanprestasi (ingkar janji).
  •          Cara penyelesaian sengketa dan hukum yang berlaku.
  •      Ketentuan pengakhiran perjanjian

Kesalahan yang Sering Terjadi

  1.          Memakai template dari internet tanpa disesuaikan.
  2.          Isi perjanjian kabur, misalnya tidak menyebut batas waktu atau nilai secara jelas.
  3.          Tidak ada klausul penyelesaian sengketa.
  4.          Tidak membaca perjanjian secara menyeluruh sebelum menandatangani.

 

Pertanyaan yang Sering Diajukan

         1. Apakah perjanjian lisan sah?

Pada dasarnya bisa sah, tetapi sangat sulit dibuktikan. Untuk transaksi penting, gunakan perjanjian tertulis.

          2. Apakah perlu notaris?

Tidak semua perjanjian wajib dibuat di hadapan notaris, namun untuk perjanjian bernilai besar atau yang diwajibkan undang-undang, akta notaris memberi kekuatan pembuktian lebih kuat.

          3. Apakah perjanjian perlu meterai?

Dokumen tertentu perlu bermeterai agar dapat dijadikan alat bukti di pengadilan. Periksa ketentuan meterai yang berlaku.

 

Konsultasikan Perjanjian Bisnis Anda

Colegal Indonesia membantu menyusun dan meninjau perjanjian agar kepentingan Anda terlindungi. Hubungi kami melalui halaman Kontak untuk konsultasi.